Muscab IX PPP DPC Kota Bekasi Tegaskan Soliditas, Kolaborasi, dan Arah Baru Partai
Kota Bekasi - Musyawarah Cabang (Muscab) IX Partai Persatuan Pembangunan (PPP) DPC Kota Bekasi menjadi momentum penting dalam memperkuat konsolidasi internal serta menentukan arah kepemimpinan partai ke depan, Minggu (3/5/2026) bertempat Merapi Merbabu Hotel Kota Bekasi.
Dalam keterangannya kepada awak media, H. Nawal Husni, M.M menegaskan bahwa pelaksanaan Muscab merupakan amanat langsung dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) yang wajib dijalankan oleh seluruh DPC di Jawa Barat.
“Pelaksanaan Muscab ini adalah perintah DPP. Jadi kapan pun waktunya, baik Februari, Juni, atau Oktober, tetap harus dilaksanakan. Yang terpenting adalah memastikan organisasi berjalan sesuai aturan dan tetap solid,” ujar H. Nawal Husni.
Ia menambahkan bahwa proses Muscab berjalan dengan lancar, kondusif, dan tetap memenuhi ketentuan kuorum. Menurutnya, ketidakhadiran sebagian pihak tidak menjadi hambatan selama syarat organisasi telah terpenuhi.
“Kalau sudah kuorum, kenapa harus menunggu yang tidak hadir. Kita tidak bisa memaksa, mungkin ada kepentingan lain. Yang jelas, konsolidasi tetap berjalan,” tegasnya.
Lebih lanjut, H. Nawal Husni menekankan bahwa PPP Kota Bekasi tidak mengalami perpecahan. Dinamika yang muncul menjelang Muscab dinilai sebagai hal biasa dalam proses demokrasi internal partai.
"Tidak ada perpecahan. Ini hanya dinamika politik yang wajar, seperti di partai-partai lain saat menghadapi muscab, muswil, atau muktamar. Yang terpenting, hari ini kita buktikan semua berjalan damai,” ungkapnya.
Ia juga menyoroti pentingnya kolaborasi antara kader senior dan generasi muda dalam tubuh partai. Menurutnya, kolaborasi menjadi langkah awal sebelum proses regenerasi dilakukan secara bertahap.
"Kita ini kuat karena ada senior dan junior. Kolaborasi itu penting, baru kemudian kita lakukan regenerasi. PPP ke depan harus inklusif, tidak eksklusif,” jelasnya.
Dalam visinya, PPP Kota Bekasi akan mengedepankan nilai-nilai Islam yang rahmatan lil ‘alamin serta membuka ruang bagi seluruh elemen masyarakat tanpa sekat.
Partai Persatuan Pembangunan (PPP) adalah wadah politik. Kita ingin menghadirkan politik yang inklusif, merangkul semua golongan. Target minimal kita adalah memiliki fraksi di legislatif sebagai pijakan perjuangan,” tambahnya.
Sementara itu, Plt Sekretaris PPP DPC Kota Bekasi menyoroti pentingnya pembenahan manajemen partai sebagai kunci utama dalam membesarkan organisasi. Ia menilai bahwa selama ini persoalan internal cenderung berulang dan perlu segera diperbaiki.
“Kalau partai ingin besar, manajemennya harus baik, transparan, dan sesuai AD/ART. Kepemimpinan juga harus mampu menjadi koordinator dan fasilitator, bukan provokator,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa tidak ada dualisme kepemimpinan di tubuh PPP Kota Bekasi. Selama belum ada keputusan resmi (SK), struktur yang ada tetap sah dan berjalan sesuai mekanisme organisasi.
"Tidak ada dualisme. Dalam organisasi, kita harus tunduk pada instruksi. Perbedaan pendapat itu wajar dalam politik, tapi yang penting tetap dalam satu barisan PPP,” tegasnya.
Dengan terselenggaranya Muscab IX ini, PPP Kota Bekasi optimistis dapat memperkuat struktur hingga tingkat Pengurus Anak Cabang (PAC) serta meningkatkan soliditas kader dalam menghadapi tantangan politik ke depan.





