Mengubah Lahan Mati Menjadi Harapan: Perjalanan Saya Meraih Silver Medal di PENA 2026 Bali

Penulis: Hanisa
Mahasiswa Manajemen Sumberdaya perairan

Bangka Belitung, Growmedia,indo,com-

Saya tumbuh di Bangka Belitung, daerah yang dikenal sebagai salah satu penghasil timah terbesar di Indonesia. Sejak kecil, pemandangan tambang bukanlah sesuatu yang asing bagi saya. Di balik besarnya manfaat ekonomi dari tambang timah, saya juga melihat sisi lain yang sering kali luput dari perhatian, yaitu hamparan lahan bekas tambang yang tandus, gersang, dan perlahan kehilangan kehidupan.

Banyak lahan bekas tambang menjadi tanah kosong yang sulit ditumbuhi tanaman. Bahkan, akhirnya terbengkalai begitu saja. Setiap kali melihat kondisi tersebut, saya selalu berpikir, apakah lahan seperti ini masih bisa produktif kembali? Apakah tanah yang terlihat seperti gurun ini masih memiliki harapan?

Keresahan itu akhirnya menjadi alasan saya untuk mencoba menuliskannya dalam sebuah karya essay. Saya percaya bahwa masalah lingkungan tidak cukup hanya disadari, tetapi juga perlu dicari jalan keluarnya. Dari situlah saya bersama tim mengikuti “Pekan Essay Nasional (PENA 2) Tahun 2026” yang diselenggarakan oleh Pena Competition bekerja sama dengan Universitas Dhyana Pura, Bali.

Kompetisi ini mengangkat tema “Inovasi dan Aksi Nyata Generasi Muda dalam Membangun Indonesia Emas 2045”. Saat melihat adanya subtema lingkungan, saya merasa inilah kesempatan bagi saya untuk membawa isu lingkungan di Bangka Belitung ke tingkat nasional.

Dalam kompetisi tersebut, saya membawa karya dengan rjudul “Dari Gurun Menjadi Kehidupan: Strategi Ilmiah Menghidupkan Kembali Tanah Mati Pasca Tambang Timah di Kepulauan Bangka Belitung”. Judul ini benar-benar menggambarkan kondisi yang saya lihat sendiri di daerah asal saya.

Melalui essay tersebut, saya mencoba menawarkan solusi rehabilitasi lahan pasca tambang menggunakan teknologi Liquid Nanoclay yang dikombinasikan dengan bahan organik lokal seperti kotoran sapi dan limbah tongkol jagung. Ide ini muncul karena lahan bekas tambang di Bangka Belitung sebagian besar didominasi pasir dan memiliki kemampuan menyimpan air yang sangat rendah, sehingga tanaman sulit tumbuh.

Saya tertarik menggunakan pendekatan ini karena selain berbasis ilmu pengetahuan, bahan-bahan yang digunakan juga mudah ditemukan di lingkungan sekitar masyarakat. Saya ingin solusi yang ditawarkan bukan hanya terdengar bagus secara teori, tetapi juga memungkinkan untuk diterapkan secara nyata dan berkelanjutan.

Proses menyusun essay ini memberikan banyak pengalaman baru bagi saya. Saya harus mencari berbagai referensi jurnal, memahami kondisi tanah pasca tambang, hingga mempelajari teknologi yang sebelumnya masih terdengar asing bagi saya. Tidak jarang saya merasa kesulitan saat menyusun ide agar tetap ilmiah tetapi mudah dipahami.

Namun, di balik proses tersebut saya belajar bahwa sebuah karya yang baik lahir dari rasa peduli dan kemauan untuk terus belajar.
Ketika dinyatakan lolos sebagai finalis nasional dan berangkat ke Bali untuk tahap presentasi, saya merasa sangat bersyukur sekaligus gugup. Bertemu dengan mahasiswa hebat dari berbagai daerah di Indonesia membuat saya sadar bahwa banyak anak muda yang memiliki ide luar biasa untuk masa depan Indonesia.

Tahap presentasi menjadi pengalaman yang paling berkesan bagi saya. Di hadapan dewan juri, saya mencoba menyampaikan gagasan yang selama ini hanya ada di dalam tulisan menjadi sesuatu yang lebih nyata dan meyakinkan. Dari pengalaman itu, saya belajar bahwa kemampuan berbicara dan menyampaikan ide juga sangat penting selain kemampuan menulis.

Alhamdulillah, melalui proses tersebut saya berhasil meraih Silver Medal  pada subtema lingkungan. Bagi saya, penghargaan ini bukan hanya tentang kemenangan dalam lomba, tetapi juga menjadi bukti bahwa keresahan terhadap lingkungan dapat berubah menjadi sebuah gagasan yang bermanfaat.

Saya merasa bangga bisa membawa nama Universitas Bangka Belitung dan memperkenalkan isu lingkungan daerah saya di tingkat nasional. Pengalaman ini juga membuat saya semakin yakin bahwa mahasiswa memiliki peran penting dalam memberikan solusi terhadap berbagai permasalahan di masyarakat.

Ke depannya, saya berharap ide yang telah dibuat ini tidak berhenti hanya sebagai karya essay semata, tetapi dapat terus dikembangkan menjadi penelitian maupun inovasi nyata yang benar-benar bisa diterapkan pada lahan pasca tambang di Bangka Belitung.

Saya juga berharap semakin banyak mahasiswa yang berani mencoba, berkarya, dan menyampaikan gagasan mereka. Karena terkadang, perubahan besar bisa dimulai dari sebuah keresahan sederhana dan keberanian untuk menuangkannya menjadi sebuah karya.

Ayo! Baca Juga
Lebih baru Lebih lama

Tag Terpopuler

Iklan


Iklan



نموذج الاتصال