Perayaan Puncak Hari Lahir ke-66 PB PMII “Aksi Nyata PMII untuk Indonesia”

Perayaan Puncak Hari Lahir  ke-66  PB PMII

“Aksi Nyata PMII untuk Indonesia”



Jakarta -  Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) menggelar Perayaan Puncak Hari Lahir (Harlah) ke-66 dengan penuh khidmat dan semangat kebangsaan. Mengusung tema “Aksi Nyata PMII untuk Indonesia”, momentum ini menjadi ajang refleksi sejarah panjang perjuangan sekaligus penguatan komitmen kader dalam menjawab tantangan zaman, pada hari, Sabtu (25/4/2026) bertempat Auditorium  Abdulrahman Saleh RRI  Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat


Ketua Umum PB PMII, Shofiyullah Cokro, dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh kader PMII di seluruh Indonesia. Ia menegaskan bahwa kekuatan organisasi tidak terletak pada pusat semata, melainkan pada kerja kolektif seluruh elemen kader di berbagai tingkatan.


“PB PMII hanyalah koordinator dari berbagai instruksi dan arah gerak organisasi. Ujung tombak sesungguhnya adalah sahabat-sahabat di rayon, komisariat, cabang, hingga koordinator cabang di seluruh Indonesia. Kami tidak ada apa-apanya tanpa peran aktif mereka,” tegasnya.


Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para Ketua Umum PB PMII dari masa ke masa yang telah meletakkan fondasi kuat bagi keberlanjutan organisasi, di antaranya Muhammad Abdullah Sukri, Agus Herlambang, Aminuddin Ma'ruf, Addin Jauharuddin, Muhammad Rodli Kaelani, Hery Haryanto Azumi, Abdul Malik Haramain, Nusron Wahid, Syaiful Bahri Anshori, Muhaimin Iskandar, serta KH Ali Musa.


Menurutnya, seluruh kepemimpinan tersebut telah menggariskan arah perjuangan yang hari ini menjadi tanggung jawab generasi kader untuk diteruskan.


“Kita hari ini hanyalah pelanjut dari amanah besar para pendahulu. Mereka telah meletakkan dasar perjuangan, dan kita bertanggung jawab untuk menjaga serta melanjutkannya,” ungkapnya.



Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa sejak awal berdiri, PMII memiliki dua mandat utama, yakni secara internal membentuk kader yang tangguh dan berkualitas, serta secara eksternal berperan aktif dalam memperjuangkan cita-cita Republik Indonesia.


Nilai dasar pergerakan PMII, lanjutnya, menekankan prinsip tasamuh (toleransi), tawazun (keseimbangan), i’tidal (keadilan), serta sikap moderat dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Namun di tengah dinamika global dan nasional saat ini, nilai-nilai tersebut menghadapi tantangan serius.


“Kita hidup di era yang penuh ketidakpastian. Kadang nilai moderasi, keadilan, dan keseimbangan justru membuat kita terombang-ambing. Demokrasi menghadapi ancaman, sumber daya alam kerap tidak dikelola secara adil, dan berbagai persoalan bangsa membutuhkan kehadiran kader PMII yang tegas dan solutif,” jelasnya.


Dalam konteks keumatan, ia juga mengingatkan pentingnya menjaga hubungan dengan Nahdlatul Ulama sebagai rumah besar kader PMII. Ia mengajak seluruh kader di berbagai tingkatan untuk aktif menjalin komunikasi dan silaturahmi dengan struktur organisasi NU.


“Pesan saya kepada seluruh sahabat PKC dan cabang di manapun berada, teruslah bersilaturahmi kepada PBNU maupun PCNU. Jangan menunggu perintah, karena kita adalah kader yang harus aktif bergerak dan menjaga hubungan itu,” pesannya.


Perayaan Harlah ke-66 ini menjadi momentum penting bagi PMII untuk memperkuat konsolidasi organisasi, mempertegas arah gerakan, serta meningkatkan kontribusi nyata bagi bangsa dan negara.


Dengan semangat “Aksi Nyata PMII untuk Indonesia”, PMII berkomitmen untuk terus hadir sebagai garda terdepan dalam mencetak kader unggul dan memperjuangkan Indonesia yang adil, makmur, dan sejahtera.

Ayo! Baca Juga
Lebih baru Lebih lama

Tag Terpopuler

Iklan


Iklan



نموذج الاتصال