Pemuda Muhammadiyah Resmikan Dapur Makan Bergizi Gratis Pertama di Jawa Barat, Dukung Program Nasional Pemenuhan Gizi
Kota Bekasi, 21 April 2026 - Program Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diinisiasi oleh Pemuda Muhammadiyah resmi beroperasi di Kota Bekasi. Dua unit dapur perdana yang menjadi pionir di wilayah Jawa Barat ini berlokasi di SPPG Margahayu 05 (SMA YPI 45, Jl. Unisma No.40) dan SPPG Margahayu 06 (Kampung Rawa Semut, Margahayu, Bekasi Timur).
Peresmian dilakukan langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, bersama Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana, dalam seremoni yang digelar di Kampus Universitas Muhammadiyah Indonesia (Unisma) Kota Bekasi.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, Dzulfikar Ahmad Tawalla, Bendahara Umum PP Muhammadiyah Hilman Latief, serta Wali Kota Bekasi Tri Adhianto beserta jajaran Forkopimda.
Peresmian dapur MBG ini merupakan bentuk nyata komitmen Muhammadiyah dalam memperkuat ketahanan pangan serta memastikan terpenuhinya gizi masyarakat, khususnya bagi kelompok rentan seperti pelajar, balita, ibu hamil, dan ibu menyusui.
SPPG Margahayu 05 dan 06 menjadi unit perdana di bawah koordinasi MBG Pemuda Muhammadiyah di Jawa Barat. Langkah strategis ini merupakan tindak lanjut dari instruksi Koordinator Nasional MBG Muhammadiyah yang bertujuan mempercepat pembentukan dapur gizi di berbagai daerah di Indonesia.
Bendahara Umum Pemuda Muhammadiyah Kota Bekasi, Ilham Subagja, menyampaikan bahwa kehadiran dapur ini menjadi tidak penting kontribusi organisasi kepemudaan dalam mendukung program nasional.
Ini adalah bentuk nyata dukungan terhadap program Presiden Prabowo Subianto dalam menyediakan gizi masyarakat menuju generasi Indonesia Emas 2045. Kami bangga menjadi satu-satunya organisasi kepemudaan di Kota Bekasi yang memiliki dapur SPPG,” ujarnya.
Lebih lanjut Ilham menegaskan bahwa program ini tidak bertujuan pada keuntungan ekonomi semata, melainkan sebagai bagian dari dakwah sosial Muhammadiasi yang konkrit dan berdampak langsung.
Hal ini bukan sekedar masalah bisnis, tetapi upaya memastikan masyarakat mendapatkan asupan gizi yang berkualitas. Kami ingin menjangkau ribuan penerima manfaat, khususnya kelompok rentan,” tegasnya.
Ia juga menambahkan bahwa dapur MBG Pemuda Muhammadiyah terbuka untuk masyarakat umum, tidak terbatas pada warga Persyarikatan. Selain itu, seluruh aspek operasional telah memenuhi standar perizinan, termasuk sertifikat SLHS, Halal, dan IPAL.
Sejak awal kami berkomitmen menghadirkan layanan dengan standar kualitas tinggi dan administrasi yang tertib. Ini adalah bagian dari budaya disiplin Muhammadiyah,” pungkas Ilham.
Dengan hadirnya dapur MBG ini, program yang diharapkan menyediakan gizi gratis dapat semakin meluas dan menjadi solusi konkret dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat, sekaligus memperkuat peran organisasi kepemudaan dalam pembangunan nasional.





