Pangkalpinang,Growmedia,indo,com–
Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, PT Bumi Bangka Belitung Sejahtera (PT B3S), resmi menggandeng PT Pascal Biotech Indonesia dalam upaya mengendalikan penyakit mematikan kelapa sawit Basal Stem Rot (BSR) atau busuk pangkal batang yang selama ini menjadi momok serius bagi petani sawit. Selasa (20/1/2026).
Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) pada kegiatan Sosialisasi Strategi Manajemen Pengendalian Terpadu dan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) di Ruang Tanjung Pesona, Kantor Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Penyakit BSR yang disebabkan oleh jamur Ganoderma boninense dikenal sebagai salah satu ancaman paling berbahaya bagi perkebunan sawit. Serangan penyakit ini merusak pangkal batang, menyebabkan tanaman mati sebelum usia produktif, dan berdampak langsung pada penurunan hasil panen secara signifikan.
Di tengah ancaman tersebut, kehadiran PT Pascal Biotech Indonesia dinilai sebagai langkah strategis dan progresif. Perusahaan ini menawarkan solusi pengendalian berbasis teknologi hayati dan mikroba, sebagai pendekatan baru yang lebih ramah lingkungan serta berkelanjutan dibanding metode konvensional.
Melihat urgensi persoalan tersebut, PT BSS menggandeng PT Pascal Biotech Indonesia untuk membantu petani sawit di Bangka Belitung memperoleh akses terhadap teknologi pengendalian penyakit yang efektif, sekaligus menjaga keberlanjutan ekosistem perkebunan.
Penandatanganan MoU dilakukan oleh Direktur Utama PT Pascal Biotech Indonesia, Miftachul Anwar, dan Direktur PT B3S, Eka Mulya Putra.
Dalam sambutannya, Eka Mulya Putra menegaskan bahwa kerja sama ini bertujuan memperkuat pemahaman petani sawit mengenai pentingnya perlindungan tanaman sejak fase awal pertumbuhan.
Kami ingin petani sawit di Bangka Belitung memiliki pengetahuan, pendampingan, dan akses terhadap teknologi pengendalian penyakit yang tepat, agar produktivitas kebun tetap terjaga dan berkelanjutan,” ujarnya.
Sementara itu, Miftachul Anwar menyampaikan bahwa kehadiran PT Pascal Biotech merupakan wujud komitmen perusahaan dalam menjawab tantangan krusial industri sawit nasional.
“Kami menghadirkan produk seperti EMBIO Actino Plus, inovasi berbasis mikroba yang tidak hanya efektif dalam menekan perkembangan penyakit BSR, tetapi juga mendukung prinsip pertanian berkelanjutan karena ramah lingkungan,” jelasnya.
Kerja sama ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam memperkuat ketahanan perkebunan sawit rakyat di Bangka Belitung, sekaligus membuka jalan bagi penerapan teknologi hayati sebagai solusi masa depan bagi industri sawit Indonesia. tutupnya






