Oku Timur
Bupati Ogan Komering Ulu (OKU) Timur, Ir. H. Lanosin, M.T., M.M., menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung percepatan transformasi digital sektor kesehatan nasional. Komitmen tersebut ditunjukkan melalui koordinasi strategis bersama Kementerian Kesehatan Republik Indonesia yang digelar di Kantor Kemenkes RI, Gedung Adhyatma, Jakarta, Selasa (16/12/2025).
Koordinasi ini berlangsung dalam forum nasional yang dihadiri Ketua Umum Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) serta tujuh bupati dari berbagai daerah. Dalam kesempatan tersebut, Bupati OKU Timur yang akrab disapa Bupati Enos menegaskan pentingnya peran daerah agar tidak tertinggal dalam implementasi kebijakan kesehatan berbasis digital.
“Koordinasi ini sangat penting untuk menjembatani kebijakan digitalisasi kesehatan di tingkat pusat dengan pelaksanaannya di daerah. Tujuannya satu, agar pelayanan kesehatan kepada masyarakat berjalan lebih cepat, akurat, dan merata,” tegas Bupati Enos.
Fokus utama pembahasan dalam pertemuan tersebut adalah penyelarasan sistem digital kesehatan nasional dengan kesiapan pemerintah daerah. Salah satu isu strategis yang dibahas ialah integrasi data kesehatan dari Puskesmas dan RSUD ke dalam platform nasional SATU SEHAT, sehingga data pasien dapat terhubung secara real-time dan menjadi dasar pengambilan kebijakan yang lebih presisi.
Menurut Bupati Enos, integrasi data kesehatan bukan sekadar kebutuhan administratif, melainkan fondasi utama dalam mewujudkan pelayanan kesehatan modern yang berdampak langsung bagi masyarakat. Dengan data yang terhubung, pemerintah daerah dapat merespons kebutuhan layanan kesehatan secara lebih cepat dan tepat sasaran.
Selain itu, pertemuan tersebut juga menegaskan pembagian peran yang jelas antara pemerintah pusat dan daerah. Kementerian Kesehatan bertanggung jawab dalam pengembangan platform digital nasional, sementara pemerintah daerah berperan aktif memastikan adopsi dan implementasi sistem tersebut di seluruh fasilitas layanan kesehatan.
Isu pendanaan dan kesiapan sumber daya manusia (SDM) turut menjadi perhatian serius. Pemerintah daerah mendorong sinergi antara APBN dan APBD untuk pemenuhan kebutuhan perangkat keras, perangkat lunak, serta pelatihan tenaga kesehatan. Bupati Enos menekankan bahwa kesiapan SDM, mulai dari dokter, perawat, bidan hingga petugas rekam medis, menjadi kunci utama keberhasilan transformasi digital kesehatan.
“Teknologi secanggih apa pun tidak akan optimal tanpa SDM yang siap. Karena itu, pelatihan tenaga kesehatan merupakan investasi jangka panjang bagi peningkatan kualitas layanan publik,” ujarnya.
Melalui koordinasi ini, Pemerintah Kabupaten OKU Timur menegaskan kepemimpinan daerah yang progresif dan adaptif terhadap perubahan. Transformasi digital kesehatan tidak hanya menjadi agenda nasional, tetapi juga wujud komitmen daerah dalam menghadirkan layanan kesehatan yang lebih baik, merata, dan berkeadilan bagi seluruh masyarakat OKU Timur.
Tim






