Dukung Zero Over Dimension dan Over Loading, Pengamat Sebut Langkah Korlantas Polri Selamatkan Nyawa Pengguna Jalan
JAKARTA – Pengamat Lalu Lintas dan Transportasi, Banter Adis, menyatakan dukungan penuh terhadap langkah pemerintah bersama Polri melalui Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri dalam mewujudkan program Zero Over Dimension dan Over Loading (ODOL) sebagai bagian dari upaya meningkatkan keselamatan transportasi nasional.
Menurut Banter Adis, kebijakan yang dijalankan Korlantas Polri di bawah kepemimpinan Kakorlantas Polri Irjen Pol. Dr. Drs. Agus Suryonugroho, S.H., M.Hum., merupakan langkah strategis dan tepat dalam menekan angka kecelakaan lalu lintas yang selama ini masih menjadi persoalan serius di Indonesia.
“Kami sebagai bagian dari masyarakat mendukung penuh langkah yang dilakukan Korlantas Polri dalam mewujudkan Zero Over Dimension dan Over Loading. Ini merupakan upaya nyata untuk menciptakan keselamatan berlalu lintas yang lebih baik sekaligus melindungi masyarakat pengguna jalan,” ujar Banter Adis dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (23/6/2026).
Ia menjelaskan bahwa kendaraan yang beroperasi melebihi dimensi dan kapasitas muatan yang telah ditentukan tidak hanya membahayakan pengemudi kendaraan itu sendiri, tetapi juga mengancam keselamatan pengguna jalan lainnya. Selain meningkatkan risiko kecelakaan, praktik ODOL juga mempercepat kerusakan infrastruktur jalan, menurunkan kualitas pelayanan transportasi, dan menimbulkan kerugian ekonomi yang tidak sedikit.
Dukungan terhadap program Zero ODOL semakin relevan jika melihat data kecelakaan lalu lintas nasional periode 2024–2025. Tercatat pada tahun 2025 terjadi sebanyak 158.508 peristiwa kecelakaan lalu lintas atau meningkat sekitar 5 persen dibandingkan tahun 2024 yang mencapai 150.906 kejadian.
Meski jumlah kejadian mengalami peningkatan, angka korban meninggal dunia justru berhasil ditekan secara signifikan. Pada tahun 2025 jumlah korban meninggal tercatat sebanyak 24.296 orang, turun 9,5 persen dibandingkan tahun 2024 yang mencapai 26.839 orang.
Banter Adis menilai capaian tersebut menunjukkan bahwa berbagai strategi, inovasi, dan pendekatan yang dilakukan Korlantas Polri mulai memberikan dampak positif terhadap peningkatan keselamatan di jalan raya.
“Penurunan angka fatalitas ini menjadi indikator penting bahwa berbagai kebijakan dan langkah yang dilakukan Korlantas Polri berada di jalur yang tepat. Keselamatan lalu lintas harus menjadi tanggung jawab bersama, dan program Zero ODOL merupakan salah satu instrumen penting untuk mencapainya,” katanya.
Sementara itu, Kakorlantas Polri Irjen Pol. Agus Suryonugroho menegaskan bahwa hasil analisa dan evaluasi terhadap berbagai peristiwa kecelakaan menunjukkan masih adanya faktor-faktor risiko yang perlu ditangani secara serius, termasuk kendaraan over dimension dan over loading.
“Peristiwa kecelakaan lalu lintas sampai saat ini cukup signifikan. Ketika kita melakukan analisa dan evaluasi, memang salah satu faktor penyebab daripada peristiwa kecelakaan salah satunya adalah kendaraan over dimension dan over loading serta kendaraan transportasi yang tidak ramah lingkungan,” kata Irjen Pol. Agus Suryonugroho.
Menurut Banter Adis, pernyataan tersebut menunjukkan keseriusan Korlantas Polri dalam membangun sistem transportasi yang lebih aman, tertib, dan berkelanjutan. Upaya penertiban kendaraan ODOL tidak hanya bertujuan untuk penegakan hukum semata, melainkan juga menjadi bagian dari transformasi budaya keselamatan berlalu lintas di Indonesia.
Ia menambahkan bahwa keberhasilan mewujudkan Zero ODOL memerlukan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, pelaku usaha angkutan barang, asosiasi transportasi, hingga masyarakat luas.
“Program ini tidak bisa berjalan sendiri. Dibutuhkan dukungan semua pihak agar kendaraan yang beroperasi di jalan sesuai standar keselamatan yang telah ditetapkan. Keselamatan harus menjadi prioritas utama dibandingkan keuntungan jangka pendek,” tegasnya.
Banter Adis juga mengapresiasi pendekatan humanis dan edukatif yang dilakukan Korlantas Polri dalam pelaksanaan program Zero ODOL. Menurutnya, langkah tersebut mencerminkan semangat Polri Presisi yang mengedepankan pelayanan, perlindungan, dan keselamatan masyarakat.
Dengan berbagai langkah yang telah dilakukan, ia berharap program Zero Over Dimension dan Over Loading dapat terus diperkuat sehingga mampu menekan angka kecelakaan, mengurangi fatalitas korban, menjaga kualitas infrastruktur jalan, serta menciptakan sistem transportasi nasional yang lebih aman, tertib, dan berkelanjutan bagi seluruh masyarakat Indonesia.





