Bangka,Growmedia,indo,com –
Di SDN 10 Riau Silip, Kabupaten Bangka, suasana pembelajaran seni terasa berbeda. Para siswa bukan hanya menggambar atau mewarnai seperti biasa, melainkan berkreasi menggunakan pasir berwarna sebagai medium utama. Kegiatan ini merupakan bagian dari inovasi pembelajaran bernama “Mozaik Pasir” yang digagas oleh Inzoni, guru sekaligus mahasiswa magister Pendidikan Dasar Universitas Negeri Semarang.
Metode Mozaik Pasir memanfaatkan pasir sebagai bahan alami yang mudah didapat di lingkungan sekitar. Meskipun sederhana, inovasi ini mampu menembus panggung akademik nasional setelah penelitian tentang persepsi guru dan siswa terhadap pembelajaran tersebut dipublikasikan di Jurnal SINTA 3 Al-Madrasah STIQ Kalimantan Selatan, yang diakui Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
Saya ingin membuktikan bahwa pembelajaran kreatif tidak harus mahal. Pasir yang ada di sekitar kita bisa menjadi media pembelajaran seni yang menyenangkan dan bermakna bagi anak-anak,” ujar Inzoni saat ditemui Kompas di ruang kelas tempat inovasi itu berlangsung.
Penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa metode ini mendapat sambutan positif dari siswa. Mereka belajar lebih teliti, sabar, dan fokus saat menyusun pola dari pasir. Selain meningkatkan koordinasi tangan dan mata, kemampuan berpikir kreatif juga berkembang karena siswa didorong bereksperimen dengan warna dan tekstur pasir tanpa batasan ketat dari guru.
Tidak hanya siswa, guru-guru SDN 10 Riau Silip bahkan mengaku sebelumnya belum pernah memakai media berbahan alam secara sistematis. Kini, mereka melihat pasir lokal sebagai sarana belajar yang efektif, hemat biaya, dan relevan dengan kondisi sekolah yang memiliki fasilitas terbatas.
“Mozaik pasir membantu siswa meningkatkan ketelitian, kerja sama, dan rasa percaya diri. Pendekatan ini juga mendorong inovasi pembelajaran yang berkelanjutan dengan sumber daya lokal,” kata Inzoni.
Keberhasilan publikasi di jurnal nasional tidak hanya jadi prestasi pribadi bagi Inzoni, tetapi juga membawa nama SDN 10 Riau Silip ke kancah pendidikan nasional sebagai sekolah inovatif. Inzoni berharap metode ini bisa diadopsi oleh sekolah-sekolah lain, khususnya di daerah dengan kondisi serupa.
“Inovasi pembelajaran dari sekolah kecil seperti kami bisa menginspirasi banyak guru untuk terus berkarya dan berinovasi demi kualitas pendidikan anak bangsa,” tutupnya.
Dengan prestasi ini, mozaik pasir meraih tempat sebagai metode pembelajaran seni yang tidak hanya kreatif dan ekonomis, tetapi juga berdampak positif bagi pengembangan pendidikan di daerah.







