Terjadi Bentrokan antara Polisi Israel dan Peziarah Yahudi di Festival Keagamaan

 


Tel Aviv, Growmedia-indo.online

Bentrokan terjadi antara personel Kepolisian Israel dengan para peziarah Yahudi yang memenuhi lokasi festival keagamaan, yang pelaksanaannya tahun ini dibatalkan karena marak serangan roket dari Lebanon. Belasan polisi Israel dan sejumlah peziarah Yahudi mengalami luka-luka dalam bentrokan tersebut.
Seperti dilansir Reuters dan Al Arabiya, Senin (27/5/2024), festival keagamaan yang biasanya digelar di area Meron, wilayah Galilea, Israel bagian utara dibatalkan pelaksanaannya tahun ini oleh otoritas Israel karena wilayah itu menjadi target serangan roket dari Lebanon beberapa waktu terakhir.

Banyaknya serangan lintas perbatasan dari Lebanon, sebagian besar didalangi Hizbullah yang didukung Iran, telah membuat banyak kota di wilayah Israel bagian utara dikosongkan. Serangan lintas perbatasan semakin marak sejak perang berkecamuk antara Israel dan Hamas di Jalur Gaza pada Oktober tahun lalu.

Militer Israel juga sering membalas serangan dari Lebanon, yang beberapa memicu korban jiwa dan kerusakan.

Meskipun pelaksanaan festival keagamaan tahun ini dibatalkan dan wilayah Meron ditutup, tetap saja ribuan peziarah Yahudi nekat mendatangi area tersebut pada akhir pekan. Para personel Kepolisian Israel dikerahkan ke lokasi untuk mencegah para peziarah terus mendatangi dan memenuhi area tersebut.

Namun, ratusan peziarah Yahudi di antaranya berhasil mencapai area tersebut dan membuat situasi menjadi tidak terkendali. Bentrokan pun pecah antara para peziarah Yahudi dengan para polisi yang dikerahkan ke lokasi.

Para peziarah Yahudi dilaporkan merusak properti-properti dan melemparkan benda-benda ke arah polisi yang ada di lokasi. Sedikitnya 19 personel Kepolisian Israel mengalami luka-luka dalam bentrokan tersebut.

Sementara laporan media lokal Israel menyebut beberapa orang dari rombongan peziarah Yahudi itu mengalami luka-luka.

Setidaknya satu polisi Israel dikenai sanksi skorsing karena mendorong seorang peziarah lanjut usia (lansia) hingga terjatuh ke tanah. Kepolisian Israel menyatakan pihaknya sedang memeriksa insiden-insiden lainnya di lokasi tersebut.

Bentrokan semacam ini sebenarnya bukan hal baru di area Meron. Sekitar tiga tahun lalu, bentrokan berdarah yang melibatkan kerumunan massa terjadi di area tersebut hingga menewaskan sedikitnya 45 orang.

Sejak tragedi terjadi tahun 2021 itu, Kepolisian Israel membatasi jumlah pengunjung untuk area tersebut, terutama di area makam seorang tokoh suci dari abad ke-2, ketika festival tahunan Lag B'Omer digelar. Festival keagamaan itu biasanya diwarnai sesi doa sepanjang malam, nyanyian dan tarian dengan dihadiri puluhan ribu peziarah Yahudi.



Sumber: detik.com

0 Komentar